Dasar dan Tujuan Sebuah Pernikahan Menurut Agama Islam dan Perundang-Undangan

Awal dari kehidupan berkeluarga adalah dengan melaksanakan perkawinan atau pernikahan sesuai dengan ketentuan agama dan peraturan perundang undangan yang berlaku.perkawninan yang tidak dilaksanankan sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku, kelak dapat mengakibatkan timbulnya masalah dalam kehidupan keluarga. Sedangkan perkawinan yang dilaksanakan dengan tidak memenuhi ketentuan agama adalah perzinahan.
Dasar dan tujuan pernikahan
Dasar dan Tujuan Pernikahan
Dalam perundang-undangan perkawinan dan hokum perkawinan islam terdapat ketentuan dan peraturan tentang dasar,tujuan ,rukun dan syarat perkawinan .Secara singkat hal tersebut dapat duraikan sebagai berikut:

Dasar dan tujuan perkawina nmenurut perundang undangan NO.1 tahun 1974 tentang perkawinan,tersebut dalam pasal 1 sebagai berikut:

Perkawinan adalah ikatan lahir batin antara seseorang pria dengan seorang wanita sebagai suami istri dengan tujuan membentuk keluarga (rumah tangga) yang bahagia dan kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa.

Selanjutnya dalam pasal 2 dinyatakan bahwa :

1.Perkawinan adalah sah, apabila dilakukan menurut hokum masing-masing agamanya dan kepercayaannya itu.

2.Tiap-tiap perkawinan dicatat menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Dalam islam dassar dan tujuan perkawinan adalah:
1.Dasar
A.Melaksanakan Sunnatullah sebagimana tersebut dalam Al Qur’an:

وَأَنْكِحُوا الْأَيَامَىٰ مِنْكُمْ وَالصَّالِحِينَ مِنْ عِبَادِكُمْ وَإِمَائِكُمْ

Artinya"Dan kawinkanlah orang orang yang sendirian di antara kamu dan mereka yang berpekerti baik, termasuk hamba hamba sehayamu yang lelaki  dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan” (Q.S :An Nur :32).

B.Melaksanankan sunnah Rasul sebagaiamana tersebut dalam Hadist Nabi:

اَلنِّكاَحُ سُنَّتِىْ وَ مَنْ رَغِبَ عَنْ سُنَّتِىْ فَلَيْسَ مِنِّى

Artinya“Perkawinan adalah sunnahku, barang siapa yang benci kepada sunnahku , bukanlah ia termasuk umatku” (H.R.Bukhari dan Muslim).

2.Tujuan

A.Tujuan pokok perkawinan dalam islam adalah sebagaimana difirmankan Allah dalam Al Qur’an:

وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِتَسْكُنُوا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَوَدَّةً وَرَحْمَةً إِنَّ فِي ذَلِكَ لآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ

Artinya“Dan diantara tanda-tanda kekuasaannya ialah dia menciptakan untukmu istri –istri dari jenismu sendiri ,supaya kamu cendrung dan merasatentram kepadanya dan dijadikannya dia antaramu rasa kasih dan sayang.Sesungguhnya pada  yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kamu yang berfikir”(Q.S. Ar Rum : 21).

B.Adalah untuk menenangkan pandangan mata dan menjaga kehormatan diri, Sebagaimana di nyatakan dalam hadist :

عَنْ عَبْدِاللّٰهِ بْنِ مَسْعُوْدٍ قَالَ رَسُوْلُ اللّٰهِ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَامَعْشَرَ الشَبَابِ مَنِ اسْتَطَاعَ مِنْكُمُ الْبَاءَةَ فَلْيَتَزَوَّجْ فَإِنَّهُ أَغَضُّ لِلْبَصَرَ وَأَحْصَنُ لِلْفَرْجِ وَمَنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَعَلَيْهِ بِالصَّوْمِ فَإِنَّهُ لَهُ وِجَاءٌ

Artinya“Dari Abdullah Bin Mas’ud ia berkata, Telah berkata kepada kamu rasullullah s.a.w : Hai sekalian pemuda , barangsiapa diantara kamu yang telah sanggup kawin, maka hendaklah ia kawin. Maka sesungguhnya kawin itu menghalangi pandangan terhadap yang di larang oleh agama dan memeliahara faraj. Dan barangsiapa yang tidak sanggup hendaklah ia berpuasa . Karena puasa itu adalah perisai baginya ” (H.R.Bukhari dan Muslim).

Mungkin itu saja yang bisa saya sampaikan kepada kalian semoga bermanfaat bagi kalian semua yang sudah membaca artikel ini,Jangan lupa share artikel ini apabila menurut anda penting dan tinggalkan komentar terhadap artikel ini apa bermanfaat atau tidak .

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel