Mengenal Pengertian, Hukum dan Rukun Rujuk Dalam Sebuah Pernikahan

Dalam sebuah pernikahan pasti ada aja masalah dan cekcok antara suami dan istri itu hal yang wajar. Memang dalam hubungan suami istri pasti ada aja hal menjadi berantem bahkan sampai bertengkar. Oleh karena itu teman teman semua bisa melihat artikel roziweb.com yang sebelumnya tentang cara meningkatkan kasih saying suami istri. Kesempatan kali ini suami istri yang bertengkar ada kalahnya bisa rujuk kembali , pas banget pembahasan kali ini tentang Mengenal Pengertian, Hukum dan Rukun Rujuk Dalam Sebuah Pernikahan.
Mengenal Pengertian, Hukum dan Rukun Rujuk Dalam Sebuah Pernikahan lengkap dan detail
Hukum dan Rukun Rujuk

Kalian tahu apa rujuk itu ?

Rujuk adalah sepasang suami istri yang bersatu kembali setelah dari salah satu mereka meminta cerai.

Hukum Rujuk

1.Wajib, terhadap suami yang menalak salah seorang istrinya sebelum dia sempurnakan pembagian waktunya terhadap istri yang di talak.
2.Haram, apabila rujuknya itu menyakiti istri.
3.Makruh, kalau perceraian itu lebih baik dan berfaedah bagi kduanya (suami istri).
4.Sunnah, jika maksud suami adalah untuk memperbaiki keadaan istrinya, atau rujuk itu lebih berfaedah bagi keduanya (suami istri).

Rukun Rujuk

1.Istri. Keadaan istri disyaratkan:
a.sudah dicampuri, karena istri yang belum dicampuri apabila ditalak, istri mempunyai iddah dan dapat dirujuk lagi bila talak raj’i.
b.istri yang tertentu, Kalau suami menalak beberapa istrinya, Kemudian ia rujuk kepada salah seorang dari mereka dengan tidak ditentukan siapa yang dirujukkan maka rujuknya itu tidak sah.
c.Talaknya adalah talak raj’I, Jika ia ditalak dengan tebus atau talak tiga, maka ia tidak dapat di rujuk lagi.
e.Rujuk itu terjadi sewaktu istri masih dalam idah.

2.Suami. Rujuk ini dilakukan oleh suami atas kehendaknya sendiri, artinya bukan paksaan.

3.Saksi. Dalam hal ini para ulama berselisih paham , apakah saksi itu wajib menjadu rukun atau sunnah. Sebagian mengatakan wajib, sedangkan yang lain mengatakan tidak wajib, melainkan sunah.

Firman Allah Swt:

فَإِذَا بَلَغْنَ أَجَلَهُنَّ فَأَمْسِكُوهُنَّ بِمَعْرُوفٍ أَوْ فَارِقُوهُنَّ بِمَعْرُوفٍ وَأَشْهِدُوا ذَوَيْ عَدْلٍ مِنْكُمْ وَأَقِيمُوا الشَّهَادَةَ لِلَّهِ

Artinya”apabila iddah merela telah hamper habis, hendaklah kamu rujuk dengan baik, atau teruskan perceraian secara baik pula, dan yang demikian hendaklah kamu persaksian kepada orang yang adil di antara kamu, dan orang yang menjadi saksi itu hendaklah dilakukan kesaksiannya itu karena Allah.”(At Talaq: 2).

4.Sigat(lafaz), yaitu:
Misalnya dikatakan, “saya kembali kepada istri saya ” atau “saya rujuk kepadamu”

Mungkin itu saja yang bisa kang wau sampaikan kepada anda semoga artikel ini bisa membantu dan bermanfaat. Setelah anda membaca artikel ini yang tau akan lebih tau dan yang belom tau menjadi lebih tau tentang apa Arti Rujuk, Hukum Rujuk dan Rukun Rujuk. Terima kasih sudah mau mampir dan berkunjung di blog yang sederhana ini jangan lupa untuk share dan berkomentar mengenai artikel ini. Maaf jika pada artikel ini ada kesalahan tulisan dan ketidak tepatan kata-kata.