Hukum Laki-Laki Memijat Perempuan Lain, Atau Sebaliknya

Hukum Laki-Laki Memijat Perempuan Lain, Atau Sebaliknya-Pada pembahasan kali ini masi tentang Pergaulan yaitu tentang Hukum Laki-Laki Memijat Perempuan Lain, Atau Sebaliknya, penasaran apa hukumnya mari simak artikel di bawah ini:
Pergaulan

Pengobatan adalah salah satu dari beberapa kebutuhan manusia. Salah satu pengobatan alternatif dan murah, adalah dengan pemijatan. Penyedia jasa pijat tidak hanya dari kaum laki-laki, akan tetapi juga dari kaum perempuan.

Namun, bagaimana pandangan fiqih tentang pengobatan dengan pijat yang dilakukan seorang laki-laki terhadap perempuan, atau tukang pijit perempuan memijat laki-laki?

Boleh, seorang tukang pijiat laki-laki memijat perempuan, atau tukang pijat perempuan memijat laki-laki, asalkan dengan memenuhi syarat-syarat sebagai berikut:

1.Harus di dampingi dengan mahram, atau suami, istri, atau dua orang perempuan yang bisa dipercaya.

2.Tidak ada penyedia pijat yang benar-benar ahli dibidangnya yang berjenis kelamin yang sama dengan pasien (pasien laki-laki dan pemijatnya juga laki-laki , atau sebaliknya)

Sumber:Ensiklopedi Fiqih Jawabul Masail Bermadzhab Empat.

Terima kasih sudah mau membaca artikel Hukum Laki-Laki Memijat Perempuan Lain, Atau Sebaliknya semoga bisa bermanfaat dan jangan lupa untuk share, apabila anda menemukan kata yang salah atau tidak tepat saya minta ma'af yang sebesar-besarnya.

0 Response to "Hukum Laki-Laki Memijat Perempuan Lain, Atau Sebaliknya"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel