Hukum Melihat Orang Lain

Hukum Melihat Orang Lain- Saat ini ROZIWEB akan membahas tentang Etika dalam Pergaulan nah artikel pada kali ini yakni membahas tentang Hukum Melihat Orang Lain, penasaran tunggu apa lagi simak artikel di bawah ini
Pergaulan

Mata adalah salah satu anggota tubuh yang penting peranannya dalam kehidupan manusai. selain itu mata bisa menjadi salah satu sumber kemaksiatan bagi manusai. Bagaimanakah hukum melihat orang lain?

1.Hukum pria melihat wanita (selain mahram)

A. Haram, Ketika melihat aurat, wajah dan telapak tangannya dan dikhawatirkan adanya fitnah, tidak ada kepentingan.

B.Makruh, Ketika melihat wajah dan telapak tangannya dan tidak di khawatirkan adanya fitnah.

C.Boleh, Ketika ada hajat seperti mu'amalah,bersaksi, prosess belajar mengajar, pengobatan. Dan melihat sesuai dengan kebutuhan.

D.Sunnah, Ketika bermaksud untuk menikahinya, yang boleh dilihat wajah dan kedua telapak tangan.

2.Hukum pria melihat pria

A.Haram, jika memandang laki-laki dengan syahwat, atau melihat anggota badan yang berada di antara pusar sampai lutut (batas aurat laki-laki).

B.Tidak Haram, ketika tidak disertai dengan syahwat dan tidak dikhawtirkan adanya fitnah, sekalipun yang dilihat itu adalah amrad (anak kecil yang terlihat cantik) sebagaimana hal imi menurut qaul shahih dn mayoritas ulama.

Namun, menurut pendapat sebagian ulama lainnya, memandang aurat secara mutlak diharamkan, baik memandang dengan syahwat atau tidak.

3.Hukum Wanita Melihat Wanita.

Hukum wanita melihat wanita adalah boleh ketika melihat selain anggota badan yang berada antara pusar sampai lutut tidak disertai syahwat.

4.Hukum Wanita Melihat Pria (Selain Mahramnya).

A.Boleh melihat semua badan kecuali anggota badan yang terletak antara pusar sampai lutut.
B.Boleh melihat anggota badan yang terlihat diwaktu bekerja.
C.Haram, bagi wanita melihat laki-laki kecuali melihat sesuatu yang boleh dilihat laki-laki terhadap wanita.

5.Hukum Wanita Melihat Pria Yang Menjadi Mahramnya.

A.Tidak diharamkan , Melihat semua badan kecuali anggota badan yang terletak antara pusar sampai lutut.
B.Haram, Ketika dikhawatirkan fitnah.

Sumber:Ensiklopedi Fiqih Jawabul Masail Bermadzhab Empat.

Terima kasih sudah mau membaca artikel Hukum Melihat Orang Lain semoga bisa bermanfaat dan jangan lupa untuk share, apabila anda menemukan kata yang salah atau tidak tepat saya minta ma'af yang sebesar-besarnya.

0 Response to "Hukum Melihat Orang Lain"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel