Hukum Rebonding dan Mengkriting Rambut

Hukum Rebonding dan Mengkriting Rambut
Hukum Rebonding dan Mengkriting Rambut- ROZIWEB kali ini akan memberikan materi mengenai Hukum Rebonding dan Mengkriting Rambut, Banyak orang di luar sana yang melakukan Rebonding dan Mengkriting Rambut agar terlihat lebih indah dan bagus akan tetapi mereka kebanyakan tidak tahu tentang hukumnya dalam islam nah jika anda ingin mengetahui hal tersebut mari simak artikel di bawah ini.

Rebonding adalah meluruskan rambut agar rambut jatuh lebih lurus dan lebih indah. Dan mengkriting rambut adalah membuat rambut yang awalnya lurus menjadi kriting, dimodel menjadi bentuk tertentu sesuai dengan keinginan.

Namun rebonding dan mengkriting sendiri menggunakan prosess kimiawi pada rambut, dengan tujuan mengubah struktur protein rambut, akibatnya rebonding dan mengkriting rambut sering menyebabkan rambut kita rusak, merah, kasar dan bercabang dan bahkan bisa menyebabkan helai rambut berubah bentuk secara permanen, wajar bila selanjutnya harus ada perawatan intensif pada rambut yang rebonding atau dikriting, karena perubahan setruktur secara paksa bisa menyebabkan rambut rapuh, seingga perlu perawatan lanjutan dengan shampo khusus, mislanya dengan menggunakan vitamn rambut keramas atau menggunakan ion khusus.

Namun selain itu dalam prosess mengubah tatanan rambut (rebonding), bisa saja menggunakan bahan-bahan dan peralatan yang tidak menyebabkan perubahan permanen, seperti itu mislanya, roll (menggulung rambut) tanpa proses kimiawi atau menjalin rambut kecil-kecil agar lebih lurus ketika dibuka jalinanya , tetapi rebonding dengan cara ini bila tidak mengubah struktur ikatan protein rambut , tidak akan bersifat permanent, paling lama bertahan hanya satu hingga dua hari.

Dari fenomena tersebut di atas Bagaimana hukum melakukan rebonding, mengkriting (rolling), punk, rasta atau semacamnya?

A.Tidak Diperbolehkan karean termasuk mengubah ciptaan Allah (taghyirul khalqi)


Artinya:Wanita dilarang menyambung rambut dan menato dirinya sesuai dengan hadits nabi "Allah melaknat orang menyambung rambut, orang yang disambung rambutnya, orang yang menato, orang yang ditato, orang yang mecabut rambut, mengikir gigi untuk memperindah, semua itu termasuk merubah ciptaan Allah". (Kifayah at-Thalib bab Fi Bayani al-Fitrah juz 2 hal 559).

B.Menurut imam Syihab al-Quratif rebonding diperbolehkan sebab hal tersebut termasuk mengubah bentuk dengan tujuan mendapatkan keindahan (lill jamal / tazayyun).


yang di maksud dengan (المغيرات)  adalah sifat bagi orang yan melakukan perbuatan itu, hal ini disamakan dengan alasan (illat) tidak diperbolehkan-nya sumpah li'an. Menurut imam Syihab al-Qurafi berkata"saya belum menemukan ulama' Syafi'iyah , Malikiyah dan ulama'-ulama' lainnya yang mengungkapkan alasan seperti dalam hadits itu ( لَعَنَ اللّٰهُ الْوَاصِلَةَ....الخ) , Kecuali hal itu menurut imam Syihab al-Qorafi merpuakan tipuan terhadap suami agar memperbanyak mahar.Hal itu di bebankan bagi mereka yang mengetahui alasan penipuam tersebut, sedangkan tato tidak terkait dengan alasan penipuan itu. Imam Syihab al-Qorafi juga berkata: alasan merubah ciptaan Allah dalam hadits diatas belum dapat saya fahami, karena merubah untuk menjadi lebih indah (baik) tidak bertentangan dengan syariat seperti halnya sunat(khitan), memotong kuku dan rambut, dan mengecat kuku, menyemir rambut dan lain-lain. (Khasyiyah al-adawiy juz 2 hal 459).

Mungkin itu saja yang bisa ROZIWEB sampaikan kepada anda mengenai Apa Hukum Rebonding dan Mengkriting Rambut, Terima kasih sudah mau membaca artikel ini semoga bisa membantu dan bermanfaat bagi anda semua. apabila anda menemukan kata atau kalimat yang salah saya atas nama admin mohon maaf yang sebesar-besarnya.

Author

0 Response to "Hukum Rebonding dan Mengkriting Rambut"

Post a Comment