Buruh Tani Tewas Tersambar Petir Di Rejoso Kidul Pasuruan

Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un nasib naas yang menimpa Bapak Mustarim (50) warga Dusun Karanganyar, RT 002/002, Desa Rejoso Kidul, Kecamatan Rejoso. Saat itu ia sedang bekerja sebagai buruh tani (Orang-orang mengenalnya dengan sebuatan "Ndaut") di sawah milik salah satu seorang warga disana. Ia harus meregang nyawa akibat tersambar petir.

Kejadian ini membuat banyak warga Rejoso Kidul dan sekitarnya gempar pada Hari Selasa Sore 05/02/2019 Pukul 15.45 WIB. Saat itu korban sedang bekerja dengan sistim borongan ndaut disawah yang rencananya akan ditanami besoknya.

Khoiri, PJS Kades Rejoso Kidul saat ditanya Pojok Kiri membenarkan kejadian itu. Menurutnya, sebelum kejadian, korban bekerja ndaut tidak sendiri, ada 2 orang yang juga ikut ndaut termasuk ayahnya sendiri.

Lokasi Korban Tersambar Petir
"Awalnya korban bekerja bareng beberapa orang termasuk ayah saya sendiri. Saat hujan turun sangat lebat, ayah saya dan rekan lainnya pergi meninggalkan sawah karena takut, tapi korban tetap melanjutkan sendiri bekerja agar bisa mendapatkan hasil yang banyak karena pekerjaannya borongan, "cerita Khoiri.

Hujan yang sangat lebat itu kemudian disertai petir yang menggelegar. Setelah petir reda, seorang pemilik warung bernama Bandi yang lokasi warungnya persis di depan areal sawah tempat korban bekerja lalu bertanya kepada beberapa orang yang tadi ikut ndaut, karena si korban sudah tidak terlihat lagi.

"Pak Bandi pemilik warung saat itu bertanya karena tidak melihat korban yang sebelumnya sedang ndaut. Ia mengira korban sudah pulang. Tapi karena di rumahnya tidak kelihatan, Pak Bandi lalu mencoba mencari ke lokasi kerja yang persis di belakang warungnya. Saat itulah terlihat korban sudah tergeletak dalam kondisi gosong, serta kondisi sawah berantakan, "terang Khoiri.

Dari kondisi korban, warga langsung meyakini korban tersambar petir. Sebab saat kejadian, petir menyambar begitu dasyat pas di belakang warung Bandi Barat SMP Negeri 2 Rejoso.

Meninggalnya Bapak Mustarim akibat terkena petir membuat istri bernama Satrumi (45) menjerit histeris. Ia tidak menyangka harus di tinggal suaminya untuk selamanya.

PENUTUP:

Kita semua doakan untuk Bapak Mustarim semoga amal ibadahnya diterima Allah SWT dan ditempatkan ditempat yang muliya disana,

Kejadian diatas kita bisa dijadikan sebuah pelajaran jika memang kerja diluar ruangan dan saat itu terjadi hujan yg disertai dengan petir alangkah baiknya mencari tempat untuk berteduh terlebih dahulu agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Hidup dan Meninggalnya Seseorang tidak ada yang tahu.

Penulis:Pojokkiripasuruan
Editor: Admin Roziweb
Sumber:Pojokkiripasuruan

Author

0 Response to "Buruh Tani Tewas Tersambar Petir Di Rejoso Kidul Pasuruan"

Post a Comment